Lokasi Wisata

Menjelajah Indonesia dan Dunia tak pernah semenyenangkan ini
Newsletter

Taman Sari

Taman Sari terletak di barat laut Keraton dan merupakan bagian dari Keraton Yogyakarta. Taman Sari dibangun pada 1758 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk dijadikan fasilitas rekreasi sekaligus benteng. Bangunan ini dibangun di tempat pemandian Pacethokan, yang airnya berasal dari sumber air alami. Taman Sari digunakan hingga akhir masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono II pada 1812.

Sebagai tempat rekreasi, Taman Sari juga dijuluki "istana air" karena pada dasarnya bangunan ini bagaikan sebuah istana yang dibangun di air, dengan replika lautan yang dinamai Segaran dan replika pulau yang dinamai Kenanga. Pada ‘pulau’ tersebut terdapat bangunan dua tingkat yang dinamai Majethi, atau kadang disebut Cemethi; Sri Sultan Hamengku Buwono I sering bermeditasi di bangunan ini. Dari atas bangunannya, Anda dapat melihat sebagian besar kota Yogyakarta.

Bangunan lain yang ada di dalam kompleks Taman Sari adalah beberapa kolam renang: Umbul Sari di arah selatan, dikhususkan untuk sultan dan anggota keluarganya; Umbul Binangun di bagian tengah untuk istri dan selir sultan; serta Umbul Muncar di bagian utara untuk anak-anak sultan.

Arsitektur Taman Sari mencerminkan berbagai pengaruh budaya: Jawa, Hindu, Buddha, Islam, Eropa, dan Cina. Semua ini dapat dilihat di teknik bangunan yang sederhana. Tentu, mereka tidak menggunakan semen yang diperkuat baja pada masa itu; seluruh kompleks terbuat dari batu bata dan semen, dan para peneliti percaya bahwa campuran semen ini mengandung air kelapa serta putih telur.
Temukan Kantor Garuda Indonesia Terdekat
Gap