Semarak Tahun Baru Imlek di Singkawang, Semarang, dan Beijing
Sejarah mencatat perayaan Tahun Baru Imlek (Sin Tjia) dengan tinta emas. Awalnya, Imlek adalah perayaan yang dilakukan para petani di Cina untuk menyambut musim semi. Biasanya perayaan Imlek meliputi acara sembahyangan, yang menggambarkan sujud syukur serta doa harapan di tahun mendatang, serta perayaan Cap Go Meh. Di setiap acara sembahyang Imlek, para petani menyajikan minimal 12 jenis masakan dan 12 jenis kue yang mewakili shio-shio. Kue yang disajikan biasanya memiliki cita rasa manis, melambangkan harapan akan kehidupan yang lebih manis di tahun mendatang. Perayaan Imlek juga identik dengan berbagai perayaan, lengkap dengan atraksi barongsai, kembang api, dan replika naga panjang yang diarak keliling kota. Berikut cerita dari beberapa kota dengan perayaan Imlek yang melegenda.
Cap Go Meh di Singkawang
Festival Cap Go Meh yang dihelat 14 hari setelah Tahun Baru Imlek telah menjadi ciri khas Singkawang, sebuah tradisi akbar yang menarik perhatian. Para Tatung (orang yang dirasuki roh halus sehingga memiliki kekebalan dan tidak merasakan sakit ketika melakukan berbagai atraksi berbahaya) adalah bagian tak terpisahkan dari Festival Cap Go Meh di kota yang terletak di Kalimantan Barat ini. Ratusan ribu penonton memadati jalan-jalan utama Singkawang untuk menyaksikan para Tatung menunjukkan kepiawaian mereka dalam festival kolosal ini. Tradisi di Singkawang ini seakan membingkai berbagai berbagai warisan kebudayaan lain yang tak kalah indahnya. Di sini, kita masih bisa mendapati beberapa pembakaran keramik dengan Tungku Naga (Dragon Kiln) yang langka, dan dikenal luas karena menghasilkan keramik dengan kualitas tinggi.
Pasar Semawis dan Sam Poo Kong, Ciri Khas Semarang
Kota Semarang di Jawa Tengah memiliki perayaan sendiri dalam rangka Tahun Baru Imlek. Menjelang perayaan Imlek pada 2004, digelarlah Pasar Semawis, yaitu pasar malam di kawasan pecinan. Keberadaan pasar ini diteruskan sampai saat ini untuk memeriahkan perayaan Imlek. Di berbagai sudut, kita bisa dengan mudah menemukan hiasan berupa lampion merah atau spanduk bercorak merah dan emas. Ada juga berbagai pertunjukan kesenian dan kebudayaan, mulai dari opera klasik, barongsai, wushu, hingga wayang potehi (wayang golek khas Tionghoa). Para pengunjung pun dimanjakan dengan sajian kuliner oriental. Bakmi jawa, nasi goreng, wedang ronde, es conglik, dan nasi pela membuat pengunjung semakin betah berlama-lama di Pasar Semawis. Selain Pasar Semawis, Semarang juga dikenal sebagai rumah berbagai klenteng yang unik dan bersejarah. Sebut saja Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok atau Klenteng Siu Hok Bio di Jalan Wotgandul Timur. Perayaan Tahun Baru Imlek juga digelar di Klenteng Sam Poo Kong. Tahun 2013 ini, rencananya akan diadakan pentas kesenian di klenteng ini. Untuk itu, dibangunlah sebuah panggung pergelaran kesenian dengan tema Dewa Bumi. Panggung ini akan memiliki 32 pilar, 8 pilar samping, serta 4 bangunan tambahan. Puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Sam Poo Kong akan digelar tepat pada tengah malam.
Beijing, Kota Bersejarah yang Elok
Beijing seakan menjadi saksi bisu bagi catatan pergantian dinasti serta revolusi yang menyertainya. Saat ini, Beijing masih merupakan salah satu kota paling terkenal di dunia, dan menawarkan wisata menakjubkan bagi siapapun yang ingin mengintip sejarah Cina. Beijing dipenuhi pusat perbelanjaan kelas dunia yang seakan makin semarak saat perayaan Tahun Baru Imlek. Salah satu tempat yang tersohor di Beijing adalah Wangfujing Street, di mana Anda bisa berbelanja apapun mulai dari pakaian, pernak-pernik, hingga suvenir. Bila lelah berjalan-jalan, silakan mampir di restoran yang menyajikan penganan khas dari berbagai penjuru Cina. Singgah juga di Temple of Heaven (Tiantan), saksi sejarah Beijing yang dibangun di lahan seluas 267 hektare. Di dalam kuil menakjubkan ini, ada 28 tiang yang menyimbolkan 4 musim, 12 bulan, dan 12 shichen (sistem waktu Cina kuno).