Menapaki Jejak, Meningkatkan Keyakinan: Dari Tanah Jawa Hingga Timur Tengah
Maulid Nabi di Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta menyimpan upacara tradisi keagamaan yang mengesankan. Yaitu Garebeg Maulud yang diadakan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.Upacara tersebut dimulai dengan parade gamelan pusaka berikut prajurit pada tengah malam. Suara alunan gendhing menambah suasana magis tersendiri.
Pada saat bersamaan, digelar pula Pasar Malam Sekaten selama sepekan penuh. Acara berakhir pada malam perayaan Maulud Nabi yang berlangsung di Masjid Besar. Saat hadir pula Sultan Hamengku Buwono X. Yang paling seru terjadi ketika masyarakat berebut sesaji-sesaji yang berbentuk gunungan. Sesuatu yang dipercaya masyarakat dapat mendatangkan berkah dan awet muda.
Menapaki Kembali Jejak Walisongo
Berbicara tentang tradisi keislaman di tanah Jawa, tidak afdhal tanpa melibatkan Walisongo sebagai tokoh penyebar Agama Islam di Pulau Jawa. Kesembilan wali itu ialah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Peninggalan jejak perjuangan mereka pun hingga kini masih menjadi tujuan wisata ziarah.
Di daerah Cirebon, Jawa Barat, Anda bisa mengunjungi Wukir Sapta Rengga yang menjadi peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati. Termasuk Keraton Kasepuhan Cirebon dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Di Demak, Jawa Tengah, Anda bisa berziarah ke makam Makam Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak. Masjid yang biasa digunakan para wali untuk bersidang. Sementara itu di Kota Surabaya, Jawa Timur, terdapat makam Sunan Ampel dan Masjid Ampel.
Melakukan Perjalanan Umrah nan Khusyuk
Puncak prosesi ibadah bagi umat Islam tentu saja ibadah haji. Bisa menjadi tamu Allah SWT merupakan impian bagi sebagian besar umat Islam di dunia. Umrah atau haji kecil biasa dimulai dari Kota Madinah.
Di kota ini, Anda bisa mengunjungi Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.
Baru kemudian dilakukan prosesi pertama berupa niat ihram di miqat. Dari tempat miqat, peserta yang sudah menggunakan pakaian ihram serba putih-putih menuju Masjidil Haram. Di masjid inilah dilakukan tawaf. Yaitu ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
Kegiatan dilanjutkan dengan berjalan kaki tujuh kali bolak-balik Bukit Shofa dan Bukit Marwah. Umrah berakhir pada saat peserta melakukan tahalul. Kegiatan yang dilakukan dengan memotong rambut ini juga menjadi saatnya untuk melepaskan diri dari segala pantangan selama masa ihram.