loader-looploader-loop
Processing your requestThank you for waiting.Please do not close or refresh this page.

untuk mengaktifikan message tambah addClass active-message_header pada div alert-message

filename-slider

Kuala Lumpur

Malaysia
Kuala Lumpur International Airport (KUL)
Ringgit Malaysia (MYR)
GMT +8:00
Tropis

City Cycling

Untuk melihat Kuala Lumpur lebih dekat dari berbagai sudut, lupakan taksi dan bus. Cukup berbekal sebuah sepeda dan peta, Anda bisa mengenal lebih jelas sisi kehidupan Ibu Kota Malaysia yang tak pernah tidur ini.
Ditulis oleh Adele Chong

Dengan banyaknya gedung-gedung dan pepohonan, Kuala Lumpur bisa menjadi cukup bising bahkan bagi mereka yang lahir dan dibesarkan di tempat ini. Di siang hari, orang dihadapkan pada hiruk pikuk kehidupan ibu kota, sementara di malam hari ketika cahaya lampu mulai padam serta mobil-mobil mulai menambah kecepatannya, pasar malam ganti beroperasi. Hanya ada dua solusi dari keadaan ini; pindah ke pinggir kota atau beradaptasi dengan menikmati segala keramaian yang ada.

Sambil memegang stang sepeda yang sudah terasa panas, kami para pesepeda ini terus mengayuh di samping mobil yang sedang melaju. Perlahan tapi pasti, kami pun mulai menunjukkan keberadaan kami di jalanan persis seperti lebah-lebah agresif yang sedang memasuki daerah musuh. Saya mengencangkan pegangan ke stang sepeda lipat yang saya sewa, sambil diam-diam berterima kasih kepada bodi sepeda yang tangguh ini saat kami menempuh jalanan Kuala Lumpur yang padat. Pengendara kendaraan bermotor di Kuala Lumpur memang terkenal gampang naik darah, tetapi untunglah mereka yang kami temui pagi ini cukup sabra, mungkin karena baru saja selesai sarapan.

Rombongan pesepeda pun memasuki jalan empat lajur yang sibuk menuju KL Sentral Station di mana sebuah bus besar tiba-tiba mengambil jalur kami sambil membunyikan klaksonnya: Mesin raksasa itu pun membuat kocar kacir rombongan pesepeda. Tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, saya pun sempat naik pitam. Namun bak tak terganggu teman-teman saya terus saja mengayuh, melewati jalanan yang penuh asap. Sementara bus besar itu langsung menuju jalur keluar, lalu menghilang dari pandangan.

Kami berani bersepeda, seperti yang Anda duga, karena bersama-sama dengan kelompok pesepeda yang semakin banyak jumlahnya. Bersepeda di perkotaan sama menantangnya seperti melakukan olahraga ekstrem. Keadaan di Asia Tenggara berlawanan dengan Los Angeles, di Kuala Lumpur tak ada jalur khusus pesepeda, jalan tol ada di mana-mana dan SUV merajai jalan. Sebagai bentuk pemberontakan, orang-orang pun mulai bergerak di jam-jam sepi menjelang subuh setiap hari Minggu. Dengan mengenakan pakaian berbahan spandex, mereka mengayuh sepeda – jenis sepeda gunung, lipat, fixies, dan sebagainya – bergerombol demi keselamatan. Di sebuah tempat di daerah Bangsar, sebuah studio milik Ng Sek San – seorang arsitek lokal dan penggagas kegiatan bersepeda akhir pekan – telah lama menjadi titik pertemuan para pejuang jalanan mulai dari pemula hingga yang sudah berpengalaman...

Diterbitkan di Colours, majalah inflight Garuda Indonesia, edisi Juli 2013. Klik link di bawah ini untuk membaca versi lengkapnya.

http://www.agencyfish.com/Garuda_Colours_Magazine_July2013/

skyteam logo

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia pertama yang bergabung dengan SkyTeam

Selanjutnya

Daftar Garuda Indonesia Newsletter Sekarang