loader-looploader-loop
Memproses Permintaan AndaTerima kasih sudah menunggu.Mohon untuk tidak menutup atau memuat ulang halaman ini.

untuk mengaktifikan message tambah addClass active-message_header pada div alert-message

INFORMASI MENGENAI KEBIJAKAN OPERASIONAL PENERBANGAN TERKAIT COVID-19

Terakhir diperbaharui tanggal 27 Maret 2020 pukul 18.45 (waktu Jakarta GMT +7)
Mohon melakukan clear cache pada browser Anda secara berkala untuk mendapatkan informasi terkini

Terima kasih banyak atas kepercayaan Anda untuk selalu menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia telah menjalankan sejumlah langkah antisipatif dalam menindaklanjuti perkembangan epidemic COVID-19 yang tentunya dengan senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan penerbangan baik untuk penumpang maupun awak pesawat.

Memastikan Kebijakan Pemerintah di Negara Masing-Masing Sebelum Bepergian

Sebelum melakukan bepergian khususnya ke wilayah yang terdampak kasus positif COVID-19, pastikan Anda telah memahami aturan/kebijakan Pemerintah masing-masing serta mengetahui narahubung untuk kondisi darurat yang menyangkut kasus COVID-19 untuk mendapatkan arahan atau penanganan lebih lanjut.

Informasi lebih lanjut mengenai travel document terkait COVID-19 untuk setiap negara dapat diakses melalui laman resmi IATA

Adapun langkah-langkah antisipatif dari Garuda Indonesia yang dilakukan dalam menghadapi hal ini diantaranya adalah:

KEBIJAKAN RESCHEDULE & REROUTE PENERBANGAN SERTA OPEN TICKET

Garuda Indonesia telah mengambil kebijakan terkait perubahan jadwal dan penggantian rute untuk seluruh penerbangan domestic maupun internasional (terkecuali Timur Tengah) termasuk penerbangan code-share dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  • Berlaku untuk ticket issued sebelum dan sampai dengan 15 Maret 2020 dengan waktu perjalanan dari 24 Januari 2020 – 31 Mei 2020

Ketentuan lebih lanjut:

  • Penumpang dapat memilih untuk melakukan perubahan jadwal (reschedule) / rute penerbangan (reroute) sebanyak 1 kali tanpa dikenakan biaya perubahan (changes fee)
  • Apabila penumpang memilih untuk melakukan perubahan jadwal pada rute penerbangan yang sama dan pada kabin penerbangan yang sama di luar periode black out, maka dapat dilakukan tanpa biaya tambahan. Sedangkan pada periode black out, dikenakan selisih harga dan pajak
  • Apabila penumpang memilih untuk melakukan perubahan rute penerbangan, maka dikenakan selisih harga dan pajak
  • Apabila penumpang belum memiliki jadwal / rute penerbangan baru yang pasti, penumpang diperbolehkan memperpanjang masa berlaku tiket sampai 31 Maret 2021.
    Setelah masa berlaku tiket diperpanjang s/d 31 Maret 2021, penumpang hanya diperkenankan melakukan perubahan jadwal / rute sebanyak 1 kali dengan tanggal perjalanan s/d 31 Maret 2021 (complete travel)
  • Refund dimungkinkan dengan Voucher.
    Voucher dapat ditukarkan s/d 31 Maret 2021 dan dapat digunakan untuk pembelian tiket Garuda Indonesia dan produk Garuda Indonesia lainnya. Penukaran voucher dapat dilakukan di kantor penjualan.
  • Khusus penerbangan code-share dengan Airline lain, reschedule harus menggunakan fare-class yang sama. Jika menggunakan fare-class yang berbeda, maka perbedaan harga berlaku (terdapat tambahan biaya)
  • Tanggal penerbangan baru yang berlaku untuk reschedule / reroute / redeem voucher adalah s/d 31 Maret 2021 (complete travel)

Perubahan jadwal, perubahan rute dan reroute dapat dilakukan melalui layanan Live Chat 24 jam Garuda Indonesia atau Call Center (+6221-2351 9999 and 0804 1 807  807).

Kami saat ini menangani jumlah permintaan yang sangat tinggi dan berusaha untuk memprioritaskan reservasi dengan tanggal penerbangan yang paling dekat. Kami menghimbau para penumpang dengan tanggal keberangkatan dalam waktu 48 jam ke depan yang menghubungi kami melalui Live Chat 24 jam dan call center. Sementara untuk penerbangan dengan waktu diluar itu, mohon menghubungi kami melalui E-Mail (customer@garuda-indonesia.com).

Garuda Indonesia juga menganjurkan kepada calon penumpang untuk melakukan pengecekan  jadwal penerbangan secara berkala pada kanal informasi resmi Garuda Indonesia baik melalui call center maupun social media khususnya untuk rute-rute yang rawan akan penyebaran COVID-19.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan terkait perkembangan kasus COVID-19.

Penundaan Sementara Penerbangan dari dan Menuju Tiongkok

Sehubungan dengan kebijakan pemerintah untuk menunda sementara penerbangan dari dan menuju Tiongkok. Efektif sejak 5 Februari 2020 lalu, seluruh layanan penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Tiongkok ditunda sementara sampai dengan waktu yang akan ditentukan lebih lanjut. Penutupan sementara tersebut melingkupi lima rute penerbangan dari dan menuju kota-kota di Tiongkok, yaitu Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou dan  Xi’an dengan informasi sebagai berikut :

  • Denpasar – Beijing
  • Denpasar – Guangzhou
  • Denpasar – Shanghai
  • Denpasar – Xi’an
  • Denpasar – Zhengzhou
  • Jakarta – Guangzhou
  • Jakarta – Shanghai

Penerbangan dari dan Menuju Australia & Belanda Tetap Beroperasi

Penerbangan dari dan menuju Australia & Belanda akan tetap beroperasi menyusul restriksi pergerakan warga negara asing ke sejumlah negara terkait dengan pandemi Covid-19. Hal ini sebagai bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk memfasilitasi pergerakan warga negara Indonesia yang akan kembali ke Indonesia dari kedua negara tersebut, maupun warga negara Belanda dan Australia yang akan kembali ke negaranya masing-masing dari Indonesia. Namun, terdapat penyesuaian frekuensi penerbangan. Penerbangan rute ke Belanda dan Australia yang dimaksud adalah:

  • Jakarta - Amsterdam
  • Jakarta - Sydney
  • Jakarta - Melbourne
  • Jakarta - Perth
  • Denpasar - Sydney
  • Denpasar - Melbourne
  • Denpasar - Perth

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah terkait pembatasan kunjungan penumpang dari sejumlah Negara. Bersama ini kami sampaikan informasi sebagai berikut:

Pembatasan  Kunjungan Warga Negara Asing yang Pernah Tinggal atau Mengunjungi Wilayah Republik Rakyat Tiongkok (RRT)  ke Indonesia

  • Penghentian sementara fasilitas bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) bagi semua warga negara yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Republik Rakyat Tiongkok dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sebelum masuk wilayah Indonesia.
  • Visa kunjungan dan Visa tinggal terbatas dapat diberikan kepada setiap Orang Asing yang mengajukan permohonan Visa kepada Pejabat Dinas Luar Negeri di Perwakilan Republik Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Keterangan sehat yang menyatakan bebas virus corona dari otoritas kesehatan negara setempat dalam bahasa Inggris dan telah berada 14 (empat belas) hari di wilayah negara Republik Rakyat Tiongkok yang bebas virus corona
    2. Pernyataan bersedia:
      • Masuk karantina selama 14 (empat belas) hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia; atau
      • Singgah/transit 14 (empat belas) hari di negara lain yang tidak terjangkit virus corona sebelum masuk wilayah Republik Indonesia
    3. Bagi warga Negara Republik Rakyat Tiongkok yang mengajukan permohonan Visa kunjungan dan Visa tinggal terbatas di perwakilan Republik Indonesia di negara lain yang tidak terjangkit virus corona dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut :
      • Keterangan sehat yang menyatakan bebas virus corona dari otoritas kesehatan negara setempat dalam bahasa Inggris
      • Pernyataan bersedia berada 14 (empat belas) hari di wilayah yang bebas virus corona sebelum masuk wilayah Republik Indonesia;
      • Pernyataan bersedia masuk karantina selama 14 (empat belas) hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia
    Dalam hal persyaratan sebagaimana dimaksud diatas tidak dipenuhi maka permohonan akan ditolak.

Calon penumpang yang terdampak atas kebijakan tersebut dapat menghubungi lebih lanjut perwakilan otoritas pemerintah setempat. Adapun informasi atas kebijakan tersebut dapat diakses melalui:

Pembatasan Kunjungan Pendatang dari Korea Selatan ke Indonesia

  1. Semua pendatang dari Korea Selatan kecuali Warga Negara Indonesia harus menunjukkan Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) di konter check-in pada saat keberangkatan di Bandara Incheon.
    • Sertifikat kesehatan adalah sertifikat berbahasa Inggris terbaru yang dikeluarkan oleh klinik atau rumah sakit di Korea Selatan. Didalamnya harus memuat bahwa Anda tidak mengalami demam, batuk, gejala pernapasan dan layak untuk bepergian (Fit to Travel). Dokumen tersebut tidak perlu disahkan oleh notaris atau konsulat.
      Namun, sertifikat kesehatan tanpa cap rumah sakit atau persetujuan resmi dan hanya berisi tanda tangan dokter dapat diragukan keasliannya dalam proses imigrasi. Oleh karena itu, sertifikat kesehatan harus berisi nama dokter, tanda tangan dokter, dan nomor lisensi dokter dengan cap dokter atau cap resmi rumah sakit. Pastikan juga ditulis dengan nomor telepon rumah sakit yang dapat dihubungi dan alamat untuk pengecekan keaslian sertifikat kesehatan.
    • Sertifikat kesehatan akan diperiksa kembali selama proses Imigrasi di Indonesia, jadi harap di bawa sertifikat tersebut bersama Anda.
    • Sertifikat kesehatan harus dikeluarkan maksimal 7 hari sebelum keberangkatan.
    • Untuk Warga Negara Korea Selatan, meskipun Anda tidak berangkat dari Korea Selatan, pastikan untuk menyiapkan sertifikat kesehatan (dikeluarkan maksimal 7 hari sebelum keberangkatan) meskipun Anda tinggal di luar Korea Selatan selama 14 hari.
    • Berlaku untuk pemegang KITAS dan KITAP.
  2. Semua pendatang dari Korea Selatan harus mengisi dan menyerahkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) pada saat kedatangan di Indonesia.
    • Kartu Kewaspadaan Kesehatan akan didistribusikan saat berada di dalam pesawat dan diserahkan selama proses imigrasi.
  3. Warga Negara Korea Selatan dan maupun pendatang lain yang mengunjungi daerah Daegu / Gyeongbuk dimungkinkan untuk memasuki Indonesia setelah tinggal di luar wilayah Daegu / Gyeongbuk selama minimal 14 hari.

*Ketentuan di atas berlaku sejak 8 Maret 2020 pukul 00:00 (waktu Jakarta).
*Jika Anda tidak membawa sertifikat kesehatan, Anda tidak diperbolehkan check-in untuk penerbangan ke Indonesia di Bandara Incheon.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:

Pembatasan Kunjungan dari Negara Lain

  • Pemerintah terus mencermati laporan dari WHO mengenai perkembangan penyebaran COVID-19
  • Mengingat semakin banyak negara yang sudah terjangkit COVID-19, Pemerintah menghimbau dengan sangat agar warga negara Indonesia membatasi bepergian ke luar negeri kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak dan tidak dapat ditunda.
  • Untuk Warga Negara Indonesia yang saat ini sedang bepergian ke luar negeri, diharapkan untuk segera kembali ke Indonesia sebelum mengalami kesulitan penerbangan lebih jauh lagi.
  • Sejumlah negara saat ini telah memberlakukan kebijakan pembatasan lalu lintas orang. Oleh karena itu, semua warga negara Indonesia diminta untuk terus mencermati informasi di aplikasi safe-travel atau menghubungi hotline perwakilan RI terdekat.
  • Terkait dengan pendatang/travelers orang asing dari semua negara, Pemerintah Indonesia memutuskan bahwa kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas ditangguhkan selama 1 bulan.
  • Oleh karena itu, setiap orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia diharuskan memiliki Visa dari Perwakilan RI sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan. Pada saat pengajuan visa harus melampirkan surat keterangan sehat/health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara.
  • Pendatang/travelers yang dalam waktu 14 hari terakhir berkunjung ke negara-negara dibawah ini tidak diijinkan masuk/transit ke Indonesia. Negara-negara tersebut adalah:
    a. Iran e. Perancis
    b. Italia f. Jerman
    c. Vatikan
    g. Swiss
    d. Spanyol h. Inggris
  • semua pendatang/travelers wajib mengisi dan menyerahkan kartu Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum ketibaan di pintu masuk Bandara Internasional Indonesia.
  • Jika dari riwayat perjalanan menunjukkan bahwa dalam 14 hari terakhir yang bersangkutan pernah berkunjung ke negara-negara tersebut, maka yang bersangkutan dapat ditolak masuk ke Indonesia.
  • Bagi WNI yang berkunjung ke negara-negara tersebut di atas, akan dilakukan pemeriksaan medis tambahan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan di Bandara

Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2020, pukul 00.00 WIB. Penumpang yang terdampak oleh kebijakan ini diharapkan agar menghubungi perwakilan pemerintah setempat.

Informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi Website Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan.

 

Kebersihan Pesawat

Garuda Indonesia turut memperkuat upaya antisipatif penyebaran COVID-19 dengan melakukan disinfeksi (penyemprotan cairan khusus) armada untuk memastikan aspek kebersihan kabin pesawat dan sterilisasi terhadap kuman dan virus. Disinfeksi armada dilakukan khususnya pada armada yang sebelumnya melayani penerbangan dari dan menuju Tiongkok. Disinfeksi armada tersebut dilakukan secara menyeluruh pada area kabin yang bersentuhan langsung dengan penumpang, seperti lavatory, seat, overhead compartment, dan juga galley.

Sebagai informasi disinfeksi armada merupakan program rutin standar baku kebersihan armada yang pada situasi normal dilakukan hanya pada wilayah lavatory kabin pesawat setiap pesawat landing.

Upaya preventif tersebut juga dilakukan melalui penggantian HEPA filter (High-efficiency particulate air) pada armada yang sebelumnya melayani rute penerbangan Tiongkok. HEPA filter merupakan fitur sistem penyaring udara kabin pesawat yang telah dilengkapi diseluruh armada Garuda Indonesia. Fitur ini merupakan sistem penyaring udara dipesawat yang mampu menyerap dan mengubah udara kotor yang mengandung bakteri dan virus menjadi udara yang bisa diterima dengan baik oleh tubuh.

Kesehatan Penumpang & Social Distancing

Awak kabin diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesahatan sebelum maupun sesudah bertugas. Selain itu, saat ini awak kabin juga menggunakan masker dan sarung tangan saat bertugas.

Garuda Indonesia juga secara aktif melakukan edukasi terhadap calon penumpang untuk menjaga kesehatan khususnya ketika akan melaksanakan penerbangan, untuk membantu memastikan hal tersebut, juga dilakukan pengecekan suhu pada penumpang yang akan boarding dan di sediakannya hand sanitizer di setiap touch-point sebelum keberangkatan maupun di atas pesawat.

Selain itu, Garuda Indonesia akan berusaha untuk menerapkan Social Distancing bagi para penumpang di pesawat dengan memberi jarak antara satu penumpang dengan penumpang lainnya.

skyteam logo

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia pertama yang bergabung dengan SkyTeam

Selanjutnya