loader-looploader-loop
Memproses Permintaan AndaTerima kasih sudah menunggu.Mohon untuk tidak menutup atau memuat ulang halaman ini.

untuk mengaktifikan message tambah addClass active-message_header pada div alert-message

PENANGANAN BAGASI DAN TINGKAT OTP DI HARI KESEPULUH SEMAKIN OPTIMAL

Cengkareng, 18 Agustus 2016 – Angka tingkat ketepatan waktu penerbangan – “on time performance (OTP)” Garuda Indonesia pada hari kesepuluh ini semakin meningkat. Hingga pukul 20.00 WIB pada hari ini, tingkat OTP penerbangan Garuda Indonesia mencapai angka 91.67%, dimana jumlah tersebut menunjukkan banyak peningkatan dibandingkan dengan jumlah OTP di hari-hari sebelumnya.

Selain tingkat OTP yang terus membaik, penanganan bagasi untuk para penumpang Garuda Indonesia pun kini terus berangsur normal, dibandingkan dengan periode awal masa transisi perpindahan operasional penerbangan Garuda Indonesia dari Terminal 2 ke Terminal 3 yang memang banyak masalah.

VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar di Cengkareng, Kamis (18/8), mengatakan, di hari kesepuluh ini banyak menunjukkan hasil yang optimal di berbagai aspek operasional penerbangan, khususnya untuk aspek peningkatan jumlah OTP maupun aspek penanganan bagasi para penumpang.

"Angka OTP di hari ke 10 ini cukup stabil, dan cenderung akan terus meningkat hingga pada penerbangan akhir di malam hari nanti. Hingga pukul 20.00 WIB saja, tingkat OTP telah mencapai 91.67%, dan tidak menutup kemungkinan jumlah OTP tersebut akan terus meningkat hingga penerbangan terakhir nanti”, ungkap Benny.

Benny juga menambahkah, bahwa selain peningkatan jumlah OTP, pada hari ke 10 ini penanganan bagasi penumpang pun terus menunjukkan tren yang positif, dimana sebagian besar bagasi para penumpang tersebut dapat ditangani secara optimal dan baik oleh rekan-rekan ground handling di lapangan yang selalu bekerja keras untuk dapat melayani para penumpang Garuda Indonesia.

Semakin optimalnya penanganan bagasi para penumpang tersebut dikarenakan Garuda Indonesia bersama anak perusahaan, Gapura Angkasa dan juga Angkasa Pura II di setiap harinya terus mengevaluasi dan terus membenahi “baggage handling system (BHS)”, dimana BHS terus meliputi berbagai aspek penanganan bagasi untuk para penumpang, diantaranya Detection of bag jams, Volume regulation, Load balancing, Bag counting, Bag tracking hingga Redirection of bags via pusher or diverter.

“Dari tanggal 9 Agustus, hingga tanggal 17 Agustus 2016 kemarin, khusus di Terminal 3 Garuda Indonesia telah mengangkut bagasi para penumpang sebanyak 117.000 bagasi, dimana rata-rata perharinya kami mengangkut bagasi para penumpang sebanyak 13.000 bagasi. Untuk itu, demi kenyamanan para penumpang, penanganan bagasi tersebut terus kami evaluasi dan kami benahi, tentunya juga dengan berkoordinasi dengan Gapura Angkasa dan Angkasa Pura 2 agar berbagai masalah yang timbul terkait penanganan bagasi seperti halnya bagasi yang tertukar antar penumpang, bagasi yang tidak terbawa pada penerbangan, hingga kerusakan pada bagasi dapat kami hindari” papar Benny.

Setiap harinya Garuda Indonesia melayani rata rata 130 penerbangan domestik dari total ratarata 187 penerbangan domestik maupun internasional di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Terkait operasional penerbangan domestik di terminal baru tersebut, Garuda Indonesia mengimbau para penumpang untuk dapat berangkat lebih awal ke Bandara serta memperhatikan seluruh petunjuk-petunjuk arah yang ada maupun menghubungi petugas bandara untuk kelancaran keberangkatan dan menghindari keterlambatan penerbangan.

 

PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk
VP CORPORATE COMMUNICATIONS

BENNY S. BUTARBUTAR

skyteam logo

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia pertama yang bergabung dengan SkyTeam

Selanjutnya