loader-loop loader-loop
Memproses Permintaan Anda Terima kasih sudah menunggu. Mohon untuk tidak menutup atau memuat ulang halaman ini.

untuk mengaktifikan message tambah addClass active-message_header pada div alert-message

PERSYARATAN UNTUK PENUMPANG DENGAN PENERBANGAN DOMESTIK DARI DAN KE WILAYAH PSBB/ZONA MERAH INDONESIA

Garuda Indonesia mendukung penuh kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, Garuda Indonesia memberlakukan beberapa kebijakan untuk tiket pada periode pembelian dan penerbangan hingga 1 Juni 2020. Seluruh tiket hanya dapat terbitkan di situs Garuda Indonesia, aplikasi GIA Mobile, kantor penjualan, dan Contact Center.

Sebelum melakukan pembelian tiket, mohon penumpang untuk mengecek rute penerbangan Garuda Indonesia selama periode PSBB secara berkala di sini. Selain itu, Garuda Indonesia hanya melayani penumpang dengan kriteria sebagai berikut:

  • Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia atau tamu kenegaraan.
  • Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing, serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia.
  • Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriation flight) untuk pemulangan Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing.
  • Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.
  • Operasional lainnya (seizin Direktur Jenderal Perhubungan Udara).
  • Orang yang bekerja pada lembaga pemerintahan atau swasta (Aparatur Sipil Negara, TNI, Polri, Pegawai BUMN, Lembaga Usaha, NGO) yang menyelenggarakan:
    • Pelayanan percepatan penanganan COVID-19.
    • Pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum.
    • Pelayanan kesehatan.
    • Pelayanan kebutuhan dasar.
    • Pelayanan pendukung layanan dasar.
    • Pelayanan fungsi ekonomi penting.
  • Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau seseorang yang anggota keluarga intinya (orangtua, suami/istri, anak, dan saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia.
  • Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia (WNI), dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh Pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setiap penumpang yang akan melakukan penerbangan wajib mematuhi ketentuan protokol kesehatan terkait COVID-19 dengan menggunakan masker selama di bandara dan di dalam pesawat, serta menjaga jarak secara fisik (physical distancing). Ketika berada di check-in counter, penumpang wajib menunjukkan dokumen berikut sebagai syarat melakukan penerbangan:

  1. Bagi setiap penumpang penerbangan:
    Seluruh penumpang yang memenuhi kriteria dalam kategori di atas, wajib mengunduh dan mengisi formulir yang tersedia di sini
  2. Penumpang yang bekerja di lembaga pemerintahan atau swasta sesuai kriteria di atas:
    • Surat tugas dari Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat Eselon 2.
    • Surat tugas bagi BUMN/BUMD/Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja/Organisasi Non-pemerintah/Lembaga Usaha yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Kantor.
    • Surat Keterangan Sehat Bebas dari COVID-19 yang diperoleh dari dokter rumah sakit, puskesmas, atau klinik setelah menjalani rangkaian pemeriksaan termasuk tes cepat (rapid test) atau tes usap tenggorokan (PCR/swab test) dengan hasil non reaktif/negative pada periode maksimum 7 hari sebelum keberangkatan.
    • Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintahan atau swasta, menunjukkan surat keterangan bermaterai yang ditandatangani Lurah/Kepada Desa setempat.
    • Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah).
    • Melaporkan rencana perjalanan (jadwal keberangkatan, jadwal saat penugasan, dan jadwal kepulangan).
  3. Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau seseorang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia:
    • Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah).
    • Surat rujukan dari Rumah Sakit untuk pasien yang akan menjalani pengobatan di tempat lain.
    • Surat keterangan kematian dari tempat almarhum/almarhumah (bagi yang akan mengunjungi keluarga meninggal dunia).
    • Surat Keterangan Sehat Bebas dari COVID-19 yang diperoleh dari dokter rumah sakit, puskesmas, atau klinik setelah menjalani rangkaian pemeriksaan termasuk tes cepat (rapid test) atau tes usap tenggorokan (PCR/swab test) dengan hasil non reaktif/negative pada periode maksimum 7 hari sebelum keberangkatan.
  4. Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia (WNI), dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang ke daerah asal khusus oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan berlaku:
    • Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah).
    • Bagi Repatriasi Warga Negara Asing, destinasi akhir wajib sama dengan domisili paspor. Untuk persyaratan lainnya mengacu kepada persyaratan dari otoritas negara destinasi/tujuan yang tersedia pada TIMATIC IATA (untuk repatriasi penumpang warga negara asing).
    • Surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri (untuk penumpang dari luar negeri).
    • Surat keterangan dari Universitas atau Sekolah (untuk mahasiswa dan pelajar).
    • Surat Keterangan Sehat Bebas dari COVID-19
      • Warga Negara Indonesia yang kembali ke Indonesia membawa surat keterangan sehat dalam bahasa inggris yang berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan dari negara asal dan divalidasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara kedatangan.
      • Warga Negara Asing yang masuk ke Indonesia membawa surat keterangan sehat dalam bahasa inggris yang menyatakan hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19. Surat Kesehatan bebas Covid-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan dari negara asal dan divalidasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara kedatangan.
      • Apabila WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia tidak membawa surat pernyataan kesehatan sesuai persyaratan di atas, maka akan terdapat konsekuensi penanganan khusus oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara kedatangan.
    • Proses pemulangan harus terorganisir oleh lembaga pemerintahan, pemerintah daerah, swasta, dan universitas.

Garuda Indonesia mendukung penuh kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Mengacu kepada SE No. 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengenai Kriteria Pembatasan perjalanan orang keluar atau masuk wilayah batas negara dari/atau batas wilayah administratif dengan kendaraan pribadi atau sarana transportasi umum (darat, kereta api, penyeberangan laut, dan udara) di seluruh Indonesia.

skyteam logo

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia pertama yang bergabung dengan SkyTeam

Selanjutnya