loader-loop loader-loop
Memproses Permintaan Anda Terima kasih sudah menunggu. Mohon untuk tidak menutup atau memuat ulang halaman ini.

untuk mengaktifikan message tambah addClass active-message_header pada div alert-message

INFORMASI MENGENAI KEBIJAKAN OPERASIONAL PENERBANGAN TERKAIT COVID-19

Terakhir diperbaharui tanggal 4 Agustus  2022, pukul 15.45 (waktu Jakarta UTC +7)

Peraturan Perjalanan & Persyaratan Dokumen

Peraturan perjalanan dan persyaratan dokumen yang tercantum di bawah merupakan berdasarkan kebijakan pemerintah negara, pemerintah daerah, dan otoritas terkait

Peraturan di bawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik berlaku mulai 17 Juli 2022 hingga pemberitahuan selanjutnya

Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait (unduh aplikasi PeduliLindungi di Android dan iOS)

Kategori Penumpang Persyaratan Terbang
Sudah Vaksin dosis ketiga
(booster)

Sertifikat Vaksin dosis ketiga

Sudah Vaksin dosis kedua Sertifikat Vaksin dosis kedua
dan
Antigen (maks. 1 x 24 jam) atau RT-PCR (maks. 3 x 24 jam)
Sudah Vaksin dosis pertama Sertifikat Vaksin dosis pertama
dan
RT-PCR (maks. 3 x 24 jam)
Belum Vaksin karena kondisi kesehatan khusus/penyakit komorbid
 RT-PCR (maks. 3 x 24 jam)
dan
Surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah
Usia dibawah 6 tahun (belum vaksin) Wajib dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat (dikecualikan dari syarat perjalanan vaksin dan hasil tes PCR/antigen)

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC yang terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait
  2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan otoritas daerah setempat
  3. Semua penumpang wajib mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di: Android dan iOS
  4. Ketentuan anak di atas 6 tahun mengikuti ketentuan penumpang secara umum. khusus Penumpang usia 6-17 tahun dan sudah mendapat vaksin dosis ke-2 dikecualikan dari persyaratan tes Antigen
  5. Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan
  6. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat dihimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi kantor cabang Garuda Indonesia setempat
  7. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dimana tidak terdapat fasilitas kesehatan yang menyediakan fasilitas Test COVID-19 (RT-PCR atau test Rapid Antigen) serta baru mendapat vaksinasi dosis pertama atau belum vaksin maka dapat tetap berangkat dengan syarat sebagai berikut:
    • Perjalanan selain menuju Pulau Bali: Diizinkan oleh otoritas Bandara Keberangkatan dengan kemungkinan adanya tambahan ketentuan dari Otoritas Bandara Kedatangan dengan beban ditanggung oleh penumpang
    • Perjalanan menuju Pulau Bali:
      • Diizinkan oleh otoritas Bandara Keberangkatan
      • Minimal memiliki Hasil Negatif Test Rapid Antigen saat keberangkatan
      • Sesuai ketentuan otoritas di Bali maka penumpang akan dilakukan tes ulang RT-PCR di Bali dengan biaya ditanggung oleh penumpang
  8. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan
  9. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir   
  10. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan
  11. Persyaratan tambahan mengacu ketentuan lokal Bali (DPS), bagi penumpang dengan vaksinasi dosis pertama/ belum vaksin sehingga wajib disertai hasil negative PCR/Antigen: Jika hasil tes negative COVID-19 belum terintegrasi dengan PeduliLindungi, Hasil cetak negatif tes RT-PCR wajib dilengkapi dengan barcode/QRCode

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Penumpang mohon dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk proses pemeriksaan dokumen persyaratan penerbangan (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) di bandara keberangkatan. Kami menyarankan agar penumpang tetap membawa print out (hasil cetak) dokumen persyaratan asli (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) sebelum tiba di bandara keberangkatan sebagai antisipasi apabila dibutuhkan.

Ketentuan ini berdasarkan SE Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 18 tahun 2022 serta SE Kementerian Perhubungan No. 56 tahun 2022, serta mulai berlaku dari 18 Mei 2022 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut

Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenu hi persyaratan yang dimaksud.

Persyaratan masuk Indonesia sesuai ketentuan pada laman resmi IATA dan laman Imigrasi RI 
Saat ini diberlakukan pembatasan pintu masuk penumpang Internasional, di mana hanya bisa dilakukan melalui:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) Tangerang - Jakarta
  • Bandara internasional Juanda (SUB) - Surabaya
  • Bandara Internasional Sam Ratulangi ( MDC) - Manado
  • Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Denpasar - Bali (untuk WNA dengan tujuan wisata)
  • Bandara Internasional Hang Nadim (BTH) Batam - Kep. Riau (untuk WNA dengan tujuan wisata)
  • Bandara Internasional Raja Fiisabilillah (TNJ) Tanjung Pinang - Kep. Riau (untuk WNA dengan tujuan wisata dengan penerbangan charter)
  • Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (YIA) - Kulon Progo, Yogyakarta
  • Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) - Makassar
  • Bandara Internasional Kualanamu (KNO) - Medan
  • Bandara Zainuddin Abdul Madjid (LOP) - Nusa Tenggara Barat
Warga Negara Indonesia (WNI)
Seluruh Warga Negara Indonesia diperbolehkan masuk Indonesia
Warga Negara Asing (WNA)
Pelaku perjalanan WNA dari seluruh negara asing baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia kecuali yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
  • Sesuai ketentuan dalam Permenkumham No. 34 Tahun 2021, Pembatasan bagi WNA untuk masuk atau transit ke wilayah Indonesia dikecualikan bagi: WNA pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku (terdiri atas Visa Dinas, Visa Diplomatik, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Dinas, Izin Tinggal Diplomatik, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap dan WNA dengan tujuan kemanusiaan dan kesehatan (setelah mendapat rekomendasi dari kementerian/lembaga yang menyelenggarakan fungsi COVID-19), dan awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.
  • Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Agreement (TCA)
  • Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga
  • Delegasi negara - negara anggota G20

WNA dengan tujuan perjalanan wisata dapat memasuki wilayah Indonesia dengan ketentuan:

  • Memiliki Visa Kunjungan Singkat atau izin sesuai peraturan perundangan yang berlaku
Persyaratan Dokumen & Protokol Kesehatan
1 Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia
2
  • Bagi Warga Negara Indonesia (WNI), yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua atau ketiga, tidak diwajibkan untuk menunjukan hasil negatif melalui tes RT-PCR
  • Bagi Warga Negara Asing (WNA), yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR  
3 Menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 lengkap (seluruh dosis) dalam Bahasa Inggris atau bahasa negara asal , jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 karena belum divaksinasi , maka berlaku peraturan sebagai berikut:
a. Bagi WNI, tetap diperbolehkan memasuki Indonesia dan akan divaksinasi di tempat karantina saat tiba di Indonesia
b. Bagi WNA, akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah melakukan tes RT-PCR dengan hasil negatif, dengan syarat:
  • WNA berusia 6 - 17 tahun
  • Pemegang Izin Tinggal Diplomatik atau Izin Tinggal Dinas
  • Memiliki undangan dari Kementerian Republik Indonesia
Kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin dikecualikan kepada:
  1. WNI/WNA berusia di bawah 6 tahun dan memenuhi kriteria berikut:
    - Didampingi oleh orang tua dan menunjukkan bukti hubungan keluarga
  2. WNA pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan
  3. WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement (TCA), sesuai prinsip resprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat
  4. WNI/WNA dengan kondisi kesehatan khusus atau mengidap penyakit komorbid yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah Negara Keberangkatan
4 Dalam hal Pelaku perjalanan luar negeri melakukan karantina terpusat dengan pembiayaan mandiri, wajib menunjukan bukti konfirmasi pembayaran atas pemesanan tempat akomodasi karantina dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia
5

Penumpang internasional akan menjalani tes molekular isotermal (NAAT/jenis lainnya) atau tes RT-PCR dan pemeriksaan suhu tubuh dibandara kedatangan dalam rangka mengetahui status kesehatan pelaku perjalanan internasional, dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama :

  • 5 x 24 jam bagi pelaku perjalanan internasional (WNI & WNA) yang belum menerima vaksin/baru menerima vaksin dosis pertama
  • Bagi pelaku perjalanan internasional (WNI & WNA) yang telah menerima vaksin dosis kedua atau ketiga diperkenankan melanjutkan perjalanan
  • Bagi pelaku perjalanan internasional (WNI & WNA) dibawah 18 tahun atau yang berusia 18 tahun dan membutuhkan perlindungan khusus, maka durasi karantina mengikuti ketentuan yang diberlakukan kepada orangtua atau pengasuh/pendamping perjalanannya.
  • Bagi Penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19, diperkenankan melanjutkan perjalanan dengan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/ata tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19
Ketentuan mengenai tempat karantina dan kewajiban RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional, adalah sebagai berikut:
  1. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia untuk menetap minimal 14 hari di Indonesia; Pelajar/mahasiswa; Pegawai Pemerintah; atau Perwakilan Indonesia dalam ajang perlombaan atau festival tingkat Internasional yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri akan dikarantina di tempat yang ditentukan sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan biaya ditanggung oleh pemerintah
  2. Bagi WNI diluar kriteria sebagaimana disebutkan diatas dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, (diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing) menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaran akomodasi karantina COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.
  3. Kewajiban karantina hanya dikecualikan bagi: pemegang Visa Diplomat & Visa Dinas, kunjungan kenegaraan min. setingkat menteri beserta rombongan dan WNA yang masuk melalui program TCA
6
Dalam hal Pelaku Perjalanan Luar Negeri pada saat kedatangan menunjukkan gejala dan /atau memiliki suhu tubuh di atas 37.5 derajat celcius maka wajib menjalani pemeriksaan ulang RT-PCR, bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;
7
Dalam hal Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat membiayai karantina mandiri dan/atau perawatannya di Rumah Sakit, maka pihak sponsor, kementerian/lembaga/BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban yang dimaksud
8

Pelaku Perjalanan Luar Negeri WNA dan WNI dengan tujuan perjalanan wisata dapat memasuki wilayah Indonesia melalui entry point yang sudah ditentukan dengan pemenuhan persyaratan tersebut diatas, serta wajib melampirkan:

  • Bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia.

Ketentuan ini berdasarkan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 19 Tahun 2022 dan SE Kemenhub Nomor 42 tahun 2022 berlaku mulai 18 Mei 2022 hingga pemberitahuan selanjutnya.

Penumpang juga dapat mengecek persyaratan dokumen penerbangan internasional di Traveldoc. Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat. Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan copy seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Cek informasi syarat peraturan negara tujuan Anda di laman resmi IATA , Traveldoc, laman Imigrasi RI dan di website masing-masing negara tujuan di tautan-tautan berikut:

Tujuan Persyaratan
Singapura

Singapura - Changi International Airport (SIN)

Update Per 26/04/2022, Informasi rinci dan terupdate: IATA - International Travel Document News (iatatravelcentre.com) klick Map destinasi

  • Persyaratan Vaksinasi COVID-19:
    • Sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap setidaknya 14 hari sebelum kedatangan. Vaksin yang diterima adalah AstraZeneca (Vaxzevria), AstraZeneca (SK Bioscience), Covaxin, Covishield, Janssen, Moderna (Spikevax), Nuvaxovid (Novavax), Pfizer-BioNTech (Comirnaty), Sinopharm dan Sinovac; atau
    • status vaksinasi di aplikasi HealthHub atau aplikasi TraceTogether; atau
    • surat penerimaan yang dikeluarkan oleh Safe Travel Office (STO), yang menegaskan bahwa sertifikat vaksinasi pelancong telah diverifikasi menggunakan Portal Pemeriksaan Vaksinasi; atau
    • email pengakuan SGAC yang mengonfirmasi bahwa sertifikat vaksinasi pelancong telah diverifikasi.
  • Selengkapnya dapat ditemukan di: https://safetravel.ica.gov.sg/arriving/overview#vaccination.
  • Persyaratan vaksinasi tidak berlaku untuk:
    • warga negara dan penduduk tetap Singapura yang tidak divaksinasi atau sebagian divaksinasi;
    • penumpang di bawah 18 tahun dengan Pass Jangka Panjang atau Persetujuan Prinsip (IPA);
    • penumpang di bawah 13 tahun yang bukan warga negara Singapura;
    • penumpang dengan surat pengecualian vaksinasi;
    • penumpang dengan Surat Persetujuan Masuk (ALE) dari Safe Travel Office (STO), Kementerian Luar Negeri (MFA), Kementerian Pendidikan (MOE), Kementerian Kesehatan (MOH), Kementerian Tenaga Kerja (MOM), Kementerian Pengembangan Sosial dan Keluarga (MSF) atau Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI);
    •  penumpang dengan Business Travel Pass (BTP);
    • penduduk Brunei Darussalam dengan surat persetujuan SafeTravel Pass yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Singapura di bawah Singapore-Brunei Reciprocal Green Lane, tes PCR negatif COVID-19 yang diambil paling lambat 3 hari sebelum keberangkatan dari titik embarkasi pertama, dan tiket pulang-pergi . Mereka harus telah tinggal di Brunei Darussalam dalam 14 hari terakhir sebelum keberangkatan;
    •  penduduk China (People's Rep.) dengan surat persetujuan Safe Travel Pass yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Singapura di bawah Singapore-China Reciprocal Green Lane, tes PCR negatif COVID-19 diambil paling lambat 3 hari sebelum keberangkatan dari titik embarkasi pertama, dan tiket pulang/pergi. Mereka pasti telah tinggal di Chongqing, Guangdong, Jiangsu, Shanghai, Tianjin, atau Zhejiang dalam 7 hari terakhir sebelum keberangkatan;
    • penumpang pulang dengan Work Pass, Student's Pass, Dependant's Pass, atau Long Term Visit Pass yang memiliki Entry Travel Pass yang dikeluarkan oleh otoritas Brunei di bawah Singapore-Brunei Reciprocal Green Lane atau surat undangan yang dikeluarkan oleh otoritas China di bawah Jalur Cepat Singapura-Cina.
  • Penumpang yang tidak memiliki salah satu dokumen vaksinasi sebagaimana dimaksud pada  di atas, wajib memiliki hasil tes negatif COVID-19 yang diambil paling lambat 2 hari sebelum hari keberangkatan dari titik embarkasi pertama. Tes yang diterima adalah: LAMP, NAAT, NA-PCR, PCR, antigen cepat, PCR cepat dan RT-PCR. Tes antigen cepat yang dilakukan sendiri dan diawasi dari jarak jauh oleh penyedia di Singapura juga diterima. Jika penumpang telah transit lebih dari 24 jam sebelum tiba di Singapura, tes negatif harus dilakukan paling lambat 2 hari sebelum hari keberangkatan penerbangan langsung terakhir ke Singapura. Sertifikat tes harus:
    • dalam bahasa Inggris; dan
    • mencantumkan tanggal tes dilakukan; dan
    • menyertakan minimal 2 pengenal pribadi sebagaimana tercantum dalam paspor (yaitu nama dan tanggal lahir atau nomor paspor).
    • Rincian lebih lanjut dapat ditemukan di https://safetravel.ica.gov.sg/arriving/general-travel/non-fully-vaccinated .

Persyaratan Tes COVID-19 tidak berlaku untuk:

  • Penumpang di bawah 13 tahun;
  • penumpang dengan bukti pemulihan. Detail lebih lanjut dapat ditemukan di https://www.caas.gov.sg/docs/default-source/docs---cartf/circulars-2022/caas_circular_21_2022_web.pdf  ;
  • penumpang dengan surat pengecualian yang dikeluarkan oleh Badan Pemerintah Singapura;
  • Penduduk Brunei Darussalam dengan surat persetujuan SafeTravel Pass yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Singapura di bawah Singapore-Brunei Reciprocal Green Lane, tes PCR negatif COVID-19 yang diambil paling lambat 3 hari sebelum keberangkatan dari titik embarkasi pertama, dan tiket pulang-pergi . Mereka harus telah tinggal di Brunei Darussalam dalam 14 hari terakhir sebelum keberangkatan;
  • Penduduk China (People's Rep.) dengan surat persetujuan Safe Travel Pass yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Singapura di bawah Singapore-China Reciprocal Green Lane, tes PCR negatif COVID-19 diambil paling lambat 3 hari sebelum keberangkatan dari titik embarkasi pertama, dan tiket pulang/pergi. Mereka pasti telah tinggal di Chongqing, Guangdong, Jiangsu, Shanghai, Tianjin, atau Zhejiang dalam 7 hari terakhir sebelum keberangkatan;
  • Penumpang pulang dengan Work Pass, Student's Pass, Dependant's Pass, atau Long Term Visit Pass yang memiliki Entry Travel Pass yang dikeluarkan oleh otoritas Brunei di bawah Singapore-Brunei Reciprocal Green Lane atau surat undangan yang dikeluarkan oleh otoritas China di bawah Jalur Cepat Singapura-Cina.
  • Penumpang yang transit melalui Singapura harus diperiksa bagasinya sampai ke tempat tujuan.
  • Penumpang harus mematuhi persyaratan pemerintah Singapura yang berlaku saat masuk ke Singapura. Penumpang dapat dikenakan karantina atau Stay Home Notice (SHN). Silakan merujuk ke https://safetravel.ica.gov.sg/arriving/general-travel/non-fully-vaccinated 
  • Penumpang harus menyerahkan Kartu Kedatangan SG (SGAC) sebelum kedatangan melalui https://eservices.ica.gov.sg/sgarrivalcard atau melalui aplikasi seluler. (Android Play Store / Apple App Store)
Kuala Lumpur

Kuala Lumpur - Kuala Lumpur International Airport (KUL)

Diterbitkan 11.07.2022

  1. Penumpang harus menginstal 'aplikasi MySejahtera' di ponsel mereka dan mengisi formulir sebelum keberangkatan.
    - Tidak berlaku untuk warga negara Malaysia.
  2. Penumpang harus memiliki negatif hasil RT-PCR COVID-19 atau rapid antigen test yang diambil paling lambat 2 hari sebelum keberangkatan dari titik pertama.
    Tidak berlaku untuk:
    - penumpang di bawah 18 tahun.
    Penumpang dengan:
    - sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap setidaknya 14 hari sebelum kedatangan atau
    - sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dan menerima dosis booster. sertifikat vaksinasi harus diverifikasi di https://mysafetravel.gov.my/ . detail lebih lanjut dapat dilihat di https://mysafetravel.gov.my/vaccine/status .
  3. Penumpang diharuskan melakukan tes COVID-19 pada saat kedatangan dengan biaya sendiri.
    Tidak berlaku untuk:
    - penumpang di bawah 18 tahun.
    Penumpang dengan:
    - sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap setidaknya 14 hari sebelum kedatangan atau
    - sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dan menerima dosis booster. sertifikat vaksinasi harus diverifikasi di https://mysafetravel.gov.my/ . detail lebih lanjut dapat dilihat di https://mysafetravel.gov.my/vaccine/status .
  4. Penumpang diharuskan melakukan karantina hingga 5 hari setelah kedatangan dengan biaya sendiri.
    Tidak berlaku untuk penumpang dengan:
    - sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap setidaknya 14 hari sebelum kedatangan atau
    - sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dan menerima dosis booster. Sertifikat vaksinasi harus diverifikasi di https://mysafetravel.gov.my/ . Detail lebih lanjut dapat dilihat di https://mysafetravel.gov.my/vaccine/status

 

Bangkok

Bangkok - Suvarnabhumi International Airport (BKK)

  • Update Per 06.04.2022, Informasi rinci dan terupdate: IATA - International Travel Document News (iatatravelcentre.com) klick Map destinasi
  • Penumpang harus memiliki kode QR Thailand Pass yang diperoleh di https://tp.consular.go.th
  • Penumpang yang memasuki Thailand harus memiliki sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dengan AstraZeneca (Vaxzevria), Covaxin, Covishield, Janssen, Moderna (Spikevax), Pfizer-BioNTech (Comirnaty), Sinopharm, Sinovac atau Sputnik V di selambat-lambatnya 14 hari sebelum keberangkatan; Ketentuan Ini tidak berlaku untuk:
    • penumpang yang bepergian dengan skema Karantina Alternatif (AQ);
    • penumpang di bawah 12 tahun;
    • penumpang di bawah 18 tahun yang bepergian di bawah program Sandbox dengan orang tua/wali mereka yang telah divaksinasi penuh;
    • penumpang antara 12 dan 17 tahun dengan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka menerima satu dosis vaksin tersebut diatas
    • penumpang dengan sertifikat pemulihan dan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka menerima setidaknya satu dosis vaksin tersebut diatas
  • Penumpang yang masuk atau transit melalui Thailand harus memiliki asuransi kesehatan dengan pertanggungan minimal USD 20.000. Ketentuan ini tidak berlaku untuk warga negara Thailand.
  • Penumpang yang bepergian dengan skema Test & Go harus memiliki reservasi hotel untuk 1 malam di hotel AQ, OQ atau SHA+ dan 2 tes COVID-19 (satu tes RT-PCR di hari ke-1 dan satu tes antigen di hari ke-5) yang diperoleh di www.thailandsha.com atau https://asq.in.th
  • Penumpang yang bepergian dengan skema Program Sandbox harus:
    • tiba di Bangkok (BKK), Phuket (HKT) atau Ko Samui (USM); dan
    • memiliki reservasi hotel selama 5 malam di hotel SHA+ yang diperoleh di www.thailandsha.com dan bukti pembayaran tes COVID-19 (satu tes RT-PCR di hari 1 dan satu tes antigen di hari ke-5). Mereka akan dikarantina selama 5 hari.
  • Penumpang yang melakukan perjalanan dengan skema Karantina Alternatif (AQ) harus memiliki bukti pembayaran tes COVID-19; dan Reservasi hotel di hotel AQ, OQ atau AHQ diperoleh di www.thailandsha.com dan https://asq.in.th selama 5 malam.
  • Penumpang yang transit melalui Thailand harus memiliki asuransi kesehatan untuk menanggung biaya COVID-19 (pertanggungan minimum USD 20.000).
  • Per 1 Mei 2022, berlaku ketentuan sebagai berikut :
    • Penumpang yang sudah divaksinasi penuh
      • Sertifikat Vaksin dosis penuh
      • Asuransi kesehatan untuk menanggung biaya COVID-19 (pertanggungan minimum USD 10.000).
    • Penumpang yang belum divaksinasi penuh
      • Surat hasil negaris tes RT PCR 72 jam sebelum keberangkatan
      • Asuransi kesehatan untuk menanggung biaya COVID-19 (pertanggungan minimum USD 10.000).
      • Menjalankan ketentuan Karantina sesuai ketentuan dari Pemerintah Thailand

Mulai 1 Juni 2022

  • Semua kegiatan karantina akan dihentikan, adapun persyaratannya adalah :
    • Untuk warga negara Thailand :
    • Tidak diwajibkan untuk register pada Thailand Pass
    • Sertifikat vaksin COVID-19. Adanya kemungkinan dari petugas imigrasi untuk mengecek sertifikat vaksinasi. Apabila tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi, penumpang tetap dapat memasuki Thailand.
    • Dapat memasuki Thailand dengan bebas tanpa karantina, tanpa tes COVID-19 sebelum atau sesudah kedatangan, dan tanpa sertifikat vaksinasi (kembali ke pengaturan pra-pandemi).
    • Penumpang yang menunjukkan gejala seperti flu atau memiliki suhu tubuh diatas batas normal akan diminta untuk melakukan tes COVID-19 di bandara. Jika dinyatakan positif, mereka akan dipindahkan ke rumah sakit di mana dokter akan menentukan tindakan selanjutnya (perawatan di rumah sakit, karantina rumah, dll.).
  • Untuk warga non-Thai :
    • Penumpang harus memiliki kode QR Thailand Pass yang diperoleh di https://tp.consular.go.th dengan dengan proses approval yang membutuhkan waktu 1-2 jam yang dimana sebelumnya memerlukan waktu 48 jam dan akan mendapatkan kode pin dan kode QR.
    • Penumpang diharuskan meng-upload semua dokumen pada Thailand Pass,

    Penumpang dengan dosis penuh :

    •  
      • Copy paspor
      • Sertifikat Vaksinasi COVID-19
      • Bukti asuransi Kesehatan dengan minimun pertanggungan USD 10,00

    Penumpang yang belum mendapatkan vaksin 2 dosis/belum sama sekali:

    • Copy paspor
    • Hasil negatif COVID-19 RT-PCR atau Antigen test max 3x24jam

      Ketentuan ini tidak berlaku untuk :

    • Penumpang di bawah 6 tahun didampingi oleh orang tua atau wali mereka yang divaksinasi penuh
    • Penumpang di bawah 18 tahun dengan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah menerima satu dosis vaksin
    • Bukti asuransi kesehatan dengan minimum pertanggungan USD 10,000
  • Maskapai penerbangan dapat menolak boarding jika penumpang non-Thailand tidak dapat menunjukkan semua dokumen yang diperlukan, meskipun mereka memiliki Kode QR Thailand Pass.
  • Penumpang non-Thailand yang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi atau hasil tes COVID-19 saat masuk ke Thailand diharuskan melakukan tes antigen profesional di bandara. Informasi rinci dan terupdate: IATA - International Travel Document News (iatatravelcentre.com) klik Map destinasi
Tokyo & Osaka

Tokyo - Haneda International Airport (HND) & Osaka - Kansai International Airport (KIX)
Informasi umum Persyartan perjalanan ke Jepang dapat dilihat di sini

Mulai 10 Juni 2022,

MOFA (Kemenlu Japan) melalui situs resminya mengumumkan country classification dalam 3 group yaitu:  Blue, Yellow dan Red. Dimana kabar baiknya adalah INDONESIA termasuk dalam BLUE categorized country yang berarti warga negara Indonesia memiliki lowest restriction saat kedatanagn di negara Jepang.   Adapun persyaratannya adalah :

  • Rapid test maupun tes RT-PCR tidak akan dilaksanakan pada saat kedatangan bagi penumpang yang tiba dari negara Biru [termasuk Indonesia]
  • Karantina tidak diperlukan bagi penumpang yang tiba dari negara Biru
  • Setelah diklasifikasikan dalam kelompok blue country, sertifikat vaksinasi tidak wajib.
  • VISA masih diperlukan [kebijakan pembebasan VISA masih dihentikan]
  • Hasil tes negatif RT-PCR yang diambil 72 jam sebelum keberangkatan masih wajib
  • Aplikasi resmi Jepang [My SOS] diperlukan pada saat kedatangan
  • Kelompok turis kecil diberikan untuk mengunjungi / bepergian Jepang dengan kondektur tur yang menyertainya dan agen perjalanan lokal Jepang sebagai penjamin.  (Tidak disebutkan jumlah minimum small group tersebut). Sedangkan individu traveller belum diijinkan.

Informasi ini dapat ditemukan di https://www.mofa.go.jp/ca/fna/page4e_001053.html

Hong Kong

Hong Kong - Hong Kong International Airport (HKG)

Mulai 1 Juni 2022 pukul 00.00 (Waktu HKG):

Pemerintah HKG mengumumkan penyesuaian kebijakan pengujian Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) berbasis RT-PCR test dalam proses pre-keberangkatan dan setelah kedatangan dimana kebijakan ini berlaku untuk orang-orang yang masuk ke Hong Kong dari luar Hongkong dan Taiwan. Adapun penyesuaian kebijakan sebagai berikut :

  1. Pengesahan oleh otoritas kesehatan setempat di keberangkatan atas dokumentasi RT-PCR tidak lagi diperlukan.
  2. Selain daripada penyesuaian diatas,  Persyaratan boarding untuk general pax ke HKG tetap mengacu pada ketentuan berjalan sebagai berikut :
    • Divaksin lengkap ( minimal 2 dosis)
    • Laporan laboratorium tes RT-PCR (dalam bahasa Inggris), kecuali untuk anak-anak di bawah 3 tahun.
    • Konfirmasi DQH (Designated Quarantine Hotel) selama 7 hari
    • Alternatif pengaturan tes pre-departure (Rapid Test Antigen) untuk orang yang baru sembuh yang sebelumnya terinfeksi
  1. Kemudian untuk ketentuan kegiatan Transit/transfer di HKIA:
    • Tes RT-PCR tidak diperlukan
    • Pemegang paspor RRT yang ingin melakukan perjalanan darat ke Tiongkok Daratan, masih diwajibkan untuk mematuhi persyaratan Boarding untuk general pax ke HKG.
    • Transit/transfer perjalanan udara melalui HKIA ke China Daratan masih belum memungkinkan
     

Mulai Juli 28 2022
Pemerintah setempat melakukan upgrade system (percobaan) untuk penumpang yang tiba di Hong Kong;

  • Sebelum tiba di Hong Kong penumpang diminta mengisi electronic health declaration untuk mendapatkan kode QR sebelum boarding di tempat keberangkatan
  •  Kode QR electronic health declaration berlaku untuk 96 jam (4 hari), penumpang dapat mengisi 3 hari sebelum keberangkatan
  • Kode QR electronic health declaration ini dapat di download, di screen shot atau di print-out
  • Bagi penumpang yang belum dapat menunjukkan kode QR electronic health declaration masih dapat masuk ke Hong Kong selama periode percobaan ini
Informasi dapat dilihat disini https://www.chp.gov.hk/hdf
Seoul

Seoul - Incheon International Airport (ICN)
Hasil tes RT-PCR harus dikeluarkan dari Fasilitas Kesehatan yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia dapat di lihat di sini

Mulai 7 Maret 2022, Warga Korea yang terinfeksi COVID-19 dalam kurun waktu 10-40 hari sejak tanggal keberangkatan dan sudah pulih, dapat naik pesawat ke Korea tanpa hasil tes yang valid (dengan syarat wajib menyertakan beberapa bukti dokumen seperti dokumen release karantina, konfirmasi medis pemulihan, dll. Tidak berlaku bagi Penumang yang demam diatas 37,5℃)

Mulai 14 Maret 2022, Hasil test negatif RT-PCR tidak harus dikeluarkan dari Fasilitas Layanan Kesehatan yang ditunjuk (daftar rumah sakit Indonesia yang ditunjuk Otoritas Korea Selatan sudah tidak berlaku)

Mulai 21 Maret 2022, berlaku ketentuan free quarantine bagi:

  • Penumpang dengan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap setidaknya 14 hari dan paling lama 180 hari sebelum kedatangan. Sertifikat vaksin harus terdaftar di COOV sistem nasional Korea (Penumpang menerima vaksin di Korea Selatan dan memiliki residence card Korea Selatan). Penumpang harus mendaftar di https://cov19ent.kdca.go.kr/ sebelum berangkat dan akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan pada saat kedatangan
  • Penumpang dengan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dan menerima dosis booster setidaknya 14 hari sebelum kedatangan. Sertifikat vaksin harus terdaftar di COOV sistem nasional Korea (Penumpang menerima vaksin di Korea Selatan dan memiliki residence card Korea Selatan). Penumpang harus mendaftar di https://cov19ent.kdca.go.kr/ sebelum berangkat dan akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan pada saat kedatangan

Mulai 1 April 2022, berlaku ketentuan free quarantine bagi:

  • Penumpang dengan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap setidaknya 14 hari dan paling lama 180 hari sebelum kedatangan. Penumpang harus mendaftar di https://cov19ent.kdca.go.kr/ sebelum berangkat dan akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan pada saat kedatangan;
  • Penumpang dengan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dan menerima dosis booster setidaknya 14 hari sebelum kedatangan. Penumpang harus mendaftar di https://cov19ent.kdca.go.kr/ sebelum berangkat dan akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan pada saat kedatangan.
Amsterdam

Amsterdam - Schipol International Airport (AMS)
Penumpang menuju Amsterdam diharuskan mengisi Negative Test Declaration Form [download di sini] dan Traveler public health declaration [download di sini]

Mulai 23 Maret 2022 Penumpang yang bepergian ke Belanda dari luar wilayah UE/Schengen tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes negative, detail informasi [dapat dilihat di sini]

Melbourne / Perth / Sydney

Australia - Melbourne International Airport (MEL), Perth International Airport (PER) & Sydney International Airport (SYD)

Mulai hari Rabu, 6 Juli 2022, pembatasan perjalanan ke/dari australia telah berubah.
Semua penumpang harus tahu dan mengetahui bahwa:
1. Penumpang yang akan memasuki Australia tidak perlu memberikan bukti status vaksinasi
2. Penumpang yang akan memasuki Australia tidak perlu melengkapi Digital Passenger Declaration.
3. Penumpang yang akan meninggalkan Australia diwajibkan untuk mengikuti peraturan perjalanan dari negara tujuan kedatangan mereka.
4. Masker tetap diwajibkan pada penerbangan Garuda Indonesia.

Tiap maskapai maupun tiap negara memiliki persyaratan khusus yang harus dipatuhi setiap penumpang.
Setiap negara bagian dan teritori di Australia memiliki persyaratan perjalanannya sendiri. Penumpang yang bepergian ke Australia harus memeriksa persyaratan negara bagian atau teritori tempat anda bepergian.
Persyaratan dapat mencakup pengujian COVID-19 setelah anda tiba di Australia atau persyaratan vaksinasi untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu atau bekerja dalam pekerjaan tertentu.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat dilihat di https://www.australia.gov.au/states dan disini https://www.homeaffairs.gov.au/covid19/

Arab Saudi
  • Mulai 5 Maret 2022, Penumpang tidak diwajibkan menyertakan hasil negatif untuk tes PCR atau Rapid Tes Antigen yang disetujui sebelum datang ke Arab Saudi dan kewajiban institutional quarantine & home quarantine tidak diberlakukan
  • Penumpang harus memiliki sertifikat vaksinasi COVID-19 yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dengan AstraZeneca (Covishield), AstraZeneca (SK Bioscience), AstraZeneca (Vaxzevria), Janssen, Moderna (Spikevax), Pfizer-BioNTech (Comirnaty), Sinopharm atau Sinovac paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan.
  • Penumpang harus mendaftar di platform berikut :
    • Penduduk & Pengunjung: di platform Muqeem sebelum datang ke Kerajaan Saudi
    • Penduduk: Jika vaksinasi diperoleh di luar Kerajaan Saudi, perlu akan didaftarkan melalui platform kesehatan Portal Vaksinasi Eksternal
  • Penumpang harus memiliki asuransi kesehatan untuk yang mengcover biaya perawatan COVID-19
  1. Bagi penumpang transit (connecting flight) domestik ke internasional maka dihimbau untuk tetap memenuhi persyaratan dokumen bandara transit (mengacu pada tabel persyaratan penerbangan domestik di atas)
  2. Selain memenuhi peraturan persyaratan tujuan daerah dan negara tujuan penumpang penerbangan internasional juga wajib menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19, dan hanya dikecualikan bagi:
    - WNI/WNA dibawah 18 tahun yang akan meninggalkan wilayah Indonesia
    - WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan telah mendapat persetujuan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara awal keberangkatan
    - WNA pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas
  3. Khusus untuk penerbangan internasional dengan tujuan luar negeri yang mewajibkan persyaratan dokumen hasil tes RT-PCR, pelaksanaan tes RT-PCR Penumpang wajib dilakukan pada fasilitas kesehatan yang memenuhi salah satu di antara berikut (kecuali untuk rute tertentu yang memiliki ketentuan resmi terkait fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) khusus dari otoritas negara destinasi (seperti Korea), maka dapat mengacu pada ketentuan resmi daftar fasyankes dari otoritas negara destinasi tersebut):
    - Fasilitas pelayanan kesehatan Mitra Garuda Indonesia. Informasi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) Mitra Garuda Indonesia dapat diakses pada link di sini
    - Fasilitas pelayanan kesehatan yang diakui oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai Laboratorium Pemeriksa COVID-19, info lebih lanjut di sini
    - Fasilitas pelayanan kesehatan yang disebutkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Penetapan Laboratorium Pemeriksa COVID-19 dalam Rangka Travel Corridor Arrangement (TCA), yang dapat di lihat di sini
skyteam logo

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia pertama yang bergabung dengan SkyTeam

Selanjutnya