loader-loop loader-loop
Memproses Permintaan Anda Terima kasih sudah menunggu. Mohon untuk tidak menutup atau memuat ulang halaman ini.

untuk mengaktifikan message tambah addClass active-message_header pada div alert-message

INFORMASI MENGENAI KEBIJAKAN OPERASIONAL PENERBANGAN TERKAIT COVID-19

Terakhir diperbaharui tanggal 4 Agustus 2021 pukul 14.09 (waktu Jakarta UTC +7)
Mohon melakukan clear cache pada browser Anda secara berkala untuk mendapatkan informasi terkini.


Persyaratan Perjalanan & Dokumen Penerbangan

Persyaratan perjalanan & dokumen penerbangan yang tercantum dibawah adalah berdasarkan peraturan pemerintah Indonesia/pemerintah daerah/otoritas berwenang terkait

Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga pemberitahuan selanjutnya

Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait

Rute Penerbangan Kartu
Vaksinasi COVID-19
(min. dosis pertama)
Hasil Negatif Tes COVID-19
(waktu sejak pengambilan sampel)
Persyaratan Tambahan
RT-PCR
RAPID ANTIGEN
PPKM LEVEL 4
Dari / Ke:
Balikpapan, Banjarbaru, Batam, Bengkulu, Berau, Jambi, Jayapura, Kupang, Lombok, Makassar, Merauke, Palembang, Palu, Pekanbaru, Samarinda, Tanjung Pinang, Tanjung Pandan (Belitung), Timika
2 x 24 Jam Tidak Berlaku* *Keberangkatan dari Merauke ke daerah PPKM Level 1/Level 2; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 2 x 24 jam sejak pengambilan sampel
*Keberangkatan dari Tanjung Pandan ke Pangkal Pinang; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 2 x 24 jam sejak pengambilan sampel
*Keberangkatan ke Timika dari Jayapura, Merauke, Biak, Nabire; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 2 x 24 jam sejak pengambilan sampel
Dari / Ke seluruh Pulau Jawa 2 x 24 Jam Tidak Berlaku  
Dari / Ke Pulau Bali 2 x 24 Jam Tidak Berlaku Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode yang diterbitkan Fasilitas Kesehatan terkait
WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan kartu vaksinasi
Penumpang yang pernah terpapar COVID-19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID-19 sebagai referensi tidak dapat vaksinasi
Penumpang berusia di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil tes RT-PCR & sertifikat vaksinasi namun, harus didampingi orang tua yang memenuhi persyaratan dokumen lengkap
Penumpang berusia di bawah 12 tahun tidak diharuskan menunjukkan sertifikat vaksinasi, namun harus memiliki hasil negatif tes RT-PCR dan didampingi orang tua yang memenuhi persyaratan dokumen lengkap
Peserta vaksin di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Bali tidak dapat terbang di hari yang sama dengan vaksinasi
Ke Sorong
2 x 24 Jam Tidak Berlaku

Penumpang dengan KTP non Papua Barat wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari tim Satgas COVID-19 Kota Sorong dengan menghubungi nomor berikut: Rodney Sasabone (0821-8371-3543)
Ke Tarakan 2 x 24 Jam Mengikuti syarat tujuan Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan oleh Satgas COVID-19 dengan biaya ditanggung penumpang
PPKM LEVEL 3
Dari/Ke:
Ambon, Biak, Gunungsitoli, Kendari, Lampung, Mamuju, Medan, Padang, Pangkal Pinang, Sibolga, Ternate
2 x 24 Jam Tidak Berlaku  
Ke Nusa Tenggara Timur
(dari luar provinsi)
2 x 24 Jam Tidak Berlaku Khusus tujuan Labuan Bajo: untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat di akses di sini
Ke Banjarmasin
2 x 24 Jam Tidak Berlaku Penumpang yang berasal dari daerah level 3 dan level 4 berdasarkan instruksi MENDAGRI tentang PPKM Darurat wajib melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan boleh beraktifitas jika kemudian hasil tes RT-PCR negatif
Ke Manado
2 x 24 Jam Tidak Berlaku Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan
untuk melakukan Test Rapid Antigen oleh otoritas setempat
Ke Gorontalo
2 x 24 Jam Tidak Berlaku* Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT-PCR dan wajib isolasi menunggu hasil
*Keberangkatan dari Gorontalo ke daerah PPKM Level 1/Level 2; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 2 x 24 jam sejak pengambilan sampel

Ke Pontianak

2 x 24 Jam
Tidak Berlaku Surat keterangan harus tercantum di dalam aplikasi e-HAC penumpang dan di surat keterangan harus tertera QRCode apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital hasil negatif RT-PCR pada e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT-PCR ulang dan menunjukkan barcode
Akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan.
Dari/Ke Palangkaraya
Maksimal
2 x 24 Jam
Tidak Berlaku Hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan Cap Basah/ BarCode/ QRCode yang diterbitkan fasilitas kesehatan yang terdaftar di Dinas Kesehatan daerah asal penumpang
Penumpang dari luar negeri
menuju wilayah Provinsi Kalimantan Tengah wajib menjalani karantina di tempat yang disediakan atau ditentukan oleh pemerintah daerah/ perusahaan/ badan usaha/ swasta dengan biaya mandiri selama 14x24 jam. Kecuali untuk pelaku perjalanan dalam kategori berikut (harus disertai surat keterangan dari instansi terkait):
- Perjalanan Dinas (TNI/Polri/ASN/BUMN/BUMD)
- Kunjungan keluarga sakit
- Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
- Ibu hamil yang didampingi satu orang keluarga
- Kepentingan persalinan yang didampingi dua orang
- Kepentingan tertentu lainnya
Penumpang yang menginap di hotel/ penginapan/ wisma/ fasilitas sejenis lainnya wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR/ rapid antigen berlaku 3x24 jam dan menunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19 sebagai syarat menginap
Perjalanan keluar dari provinsi Kalimantan Tengah wajib dilengkapi surat keterangan perjalanan dari aparat setempat (Camat/Kapolsek/Komandan Koramil/Kades/Lurah)
Ke Manokwari 2 x 24 Jam Tidak Berlaku* Penduduk yang bukan berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan yang mendesak dilarang masuk ke Papua Barat dan penduduk yang berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan mendesak dilarang keluar dari Papua Barat, kepentingan mendesak adalah perjalanan dinas/sakit/kedukaan dan wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua Barat yang bisa di dapat dengan menghubungi Call Center Hallo Masker 1500141 atau 08114850141
*Keberangkatan dari Manokwari ke daerah PPKM Level 1/Level 2; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 2 x 24 jam sejak pengambilan sampel
Dari/ke Nabire
2 x 24 Jam Tidak Berlaku Wajib dilengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Gugus Tugas COVID-19 dengan menghubungi nomor berikut: Efraim (082239584499 ) / Kristo Patiung (082199021991) / Piet Nabot (081280466247)
PPKM LEVEL 1 ATAU LEVEL 2
Dari/Ke Aceh (Level 2)
-
Maksimal
2 x 24 Jam
Maksimal
2 x 24 Jam
 

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait
  2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat
  3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang bisa ditemukan di sini
  4. Semua penumpang yang berangkat dari bandara yang dikelola Angkasa Pura II (lihat di sini) wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di: Android dan iOS
  5. Penumpang berusia di bawah 18 tahun tetap diwajibkan mengikuti persyaratan dokumen yang berlaku sesuai daerah tujuan
  6. Penumpang berusia di bawah 12 tahun sementara dibatasi perjalanannya
  7. Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan
  8. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat dihimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi kantor cabang Garuda Indonesia setempat
  9. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan
  10. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan
  11. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir   
  12. Penumpang WNA dibawah 12 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 dengan syarat didampingi orang tua dengan hasil negatif tes RT-PCR
  13. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan print out (dicetak) seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenu hi persyaratan yang dimaksud.

Persyaratan masuk Indonesia sesuai ketentuan pada laman resmi IATA :

  • WNI
    Seluruh Warga Negara Indonesia diperbolehkan masuk Indonesia
    Khusus bagi WNI memiliki riwayat perjalanan ke wilayah India dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari, hanya dapat memasuki wilayah Indonesia melalui:
    a. TPI Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK)
    b. TPI Bandar Udara Juanda Surabaya (SUB)
    c. TPI Bandar Udara Kualanamu Medan (KNO)
    d. TPI Bandar Udara Sam Ratulangi Manado (MDC)
  • WNA
    Pelaku perjalanan WNA dari seluruh negara asing yang akan memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia kecuali yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
    - Sesuai ketentuan dalam Permenkumham No. 27 Tahun 2020 yang menyebutkan bahwa adanya pembatasan bagi WNA untuk masuk atau transit ke wilayah Indonesia selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat, hal ini dikecualikan bagi: WNA pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku (terdiri atas Visa Dinas, Visa Diplomatik, Visa Tinggal Dinas, Izin Tinggal Dinas, Izin Tinggal Diplomatik, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap), WNA dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan (setelah mendapat rekomendasi dari kementerian/lembaga yang menyelenggarakan fungsi COVID-19), dan awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.
    - Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Agreement (TCA).
    - Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Protokol Kesehatan untuk Penumpang Penerbangan Internasional tujuan Indonesia:
Seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

  1. Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah
  2. Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatana tau e-HAC Internasional Indonesia;
  3. Menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 lengkap (seluruh dosis), jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19, maka berlaku peraturan sebagai berikut:
    1. Bagi WNI, tetap diperbolehkan memasuki Indonesia dan akan divaksinasi di tempat karantina saat tiba di Indonesia
    2. Bagi WNA, tidak diperbolehkan memasuki Indonesia. WNA yang sudah berada di wilayah Indonesia dan akan melakukan perjalanan baik domestik maupun internasional harus melakukan vaksinasi melalui skema program Gotong Royong sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dikecualikan dari kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin adalah:
      - Pemegang Visa Diplomatik
      - Pemegang Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas
      - WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement (TCA), sesuai prinsip resprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan keta
      - WNA berusia di bawah 12 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan dengan syarat didampingi orang tua yang memiliki hasil negatif tes RT-PCR
  4. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 8 x 24 jam, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI); Pelajar/mahasiswa; atau Pegawai Pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri di Wisma Pademangan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah
    2. Bagi WNI diluar kriteria sebagaimana disebutkan diatas dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaran akomodasi karantina COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri
  5. Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 8 x 24 jam sebagaimana dimaksud pada point nomor 3;
  6. Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat kedatangan menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;
  7. Dalam hal Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat membiayai karantina mandiri dan/atau perawatannya di Rumah Sakit, maka pihak sponsor, kementerian/lembaga/BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban yang dimaksud
  8. Pada hari ke-7 karantina, bagi WNI dan WNA dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR.
    1. Dalam hal hasil negatif: maka bagi WNI dan WNA diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;
    2. Dalam hal hasil positif: maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;

Ketentuan ini berdasarkan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 beserta addendumnya dan berlaku mulai 6 Juli 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya.

Penumpang juga dapat mengecek persyaratan dokumen penerbangan internasional di Traveldoc. Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat. Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan copy seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Cek informasi syarat peraturan negara tujuan Anda di laman resmi IATA , Traveldoc dan di website masing-masing negara tujuan di tautan-tautan berikut:

Tujuan Persyaratan
Singapura Singapura - Changi International Airport (SIN)
Kuala Lumpur Kuala Lumpur - Kuala Lumpur International Airport (KUL)
Bangkok Bangkok - Suvarnabhumi International Airport (BKK)
Tokyo & Osaka Tokyo - Haneda International Airport (HND) & Osaka - Kansai International Airport (KIX)
Mulai 1 Juli 2021 berlaku ketentuan karantina bagi WNI yang tiba di Jepang dapat diakses di sini
Hong Kong Hong Kong - Hong Kong International Airport (HKG)
Seoul Seoul - Incheon International Airport (ICN)
Hasil tes RT-PCR harus dikeluarkan dari Fasilitas Kesehatan yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia dapat di lihat di sini
Amsterdam Amsterdam - Schipol International Airport (AMS)
Penumpang menuju Amsterdam diharuskan mengisi Negative Test Declaration Form [download di sini] dan Traveler public health declaration [download di sini]
Melbourne / Perth / Sydney Australia - Melbourne International Airport (MEL), Perth International Airport (PER) & Sydney International Airport (SYD)
  1. Bagi penumpang transit (connecting flight) domestik ke internasional maka dihimbau untuk tetap memenuhi persyaratan dokumen bandara transit (mengacu pada tabel persyaratan penerbangan domestik di atas)
  2. Penumpang WNA dibawah 12 tahun yang akan meninggalkan wilayah Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 dengan syarat didampingi orang tua dengan hasil negatif tes RT-PCR 
  3. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan telah mendapat persetujuan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara awal keberangkatan
  4. Khusus untuk penerbangan internasional dengan tujuan luar negeri yang mewajibkan persyaratan dokumen hasil tes RT-PCR, pelaksanaan tes RT-PCR Penumpang wajib dilakukan pada fasilitas kesehatan yang memenuhi salah satu di antara berikut (kecuali untuk rute tertentu yang memiliki ketentuan resmi terkait fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) khusus dari otoritas negara destinasi (seperti Korea), maka dapat mengacu pada ketentuan resmi daftar fasyankes dari otoritas negara destinasi tersebut):
    - Fasilitas pelayanan kesehatan Mitra Garuda Indonesia. Informasi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) Mitra Garuda Indonesia dapat diakses pada link di sini
    - Fasilitas pelayanan kesehatan yang diakui oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai Laboratorium Pemeriksa COVID-19, info lebih lanjut di sini
    - Fasilitas pelayanan kesehatan yang disebutkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Penetapan Laboratorium Pemeriksa COVID-19 dalam Rangka Travel Corridor Arrangement (TCA), yang dapat di lihat di sini
skyteam logo

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia pertama yang bergabung dengan SkyTeam

Selanjutnya